Masalah Tentang Laba atau Rugi yang Luar Biasa

- Posted in Akuntansi by

Dalam menjalankan usahanya, perusahaan kadang-kadang memperoleh keuntungan atau menderita kerugian di luar usaha pokoknya.

Keuntungan atau kerugian seperti ini terjadinya tidak berulang-ulang, dalam arti yang jarang terjadi, misalnya rugi kebakaran.

Masalahnya ialah, apakah keuntungan / kerugian seperti itu akan dilaporkan dalam laporan rugi laba atau tidak.

Jika dilaporkan dalam laporan rugi laba, maka akan dilaporkan dalam laporan rugi laba tidak dibagi.

Dalam buku Prinsip Akuntansi Indonesia disebutkan:

"Pos luar biasa harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-hari dan ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan rugi-laba, disertai pengungkapan mengenai sifat dan jumlahnya."

Dari prinsip di atas jelas bahwa di dalam laporan rugi-laba akan termasuk semua elemen-elemen pendapatan dan biaya, baik yang biasa terjadi maupun yang tidak biasa.

Laporan rugi laba yang memasukkan elemen-elemen yang biasa terjadi dan luar biasa disebut laporan rugi laba all inclusive.

Sedangkan laporan rugi laba yang hanya berisi elemen-elemen yang biasa terjadi dan tidak termasuk elemen-elemen yang luar biasa disebut laporan rugi laba current operating performance, di mana elemen-elemen yang luar biasa akan dilaporkan dalam laporan laba tidak dibagi.

Posisi yang diambil oleh Ikatan Akuntan Indonesia adalah all-inclusive, kecuali akibat koreksi laba tahun lalu. Posisi ini sesuai SFAC Nomor 5.

Bentuk Laporan Rugi Laba

- Posted in Akuntansi by

Laporan rugi-laba dapat disusun dalam dua bentuk sebagai berikut:

(a). Multiple Step (bertahap) adalah bentuk laporan rugi-laba di mana dilakukan beberapa pengelompokan terhadap pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urut-urutan tertentu sehingga bisa dihitung pennghasilan-penghasilan sebagai berikut:

  • Laba bruto, yaitu hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan.
  • Penghasilan usaha bersih, yaitu laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha.
  • Penghasilan bersih sebelum pajak, yaitu penghasilan usaha bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya di luar usaha.
  • Penghasilan bersih sesudah pajak, yaitu penghasilan bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan.
  • Penghasilan bersih dan elemen-elemen luar biasa, yaitu penghasilan bersih sesudah pajak ditambah dan atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa (sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk pos luar biasa).

(b). Single Step, dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokan pendapatan dan biaya ke dalam kelompok-kelompok usaha dan di luar usaha, tetapi hanya dipisahkan antara:

  • Pendapatan-pendapatan dan laba-laba.
  • Biaya-biaya dan kerugian-kerugian.