Penyebab Ketidakseimbangan Neraca Saldo

- Posted in Akuntansi by

Apabila ditemukan ketidakseimbangan antara jumlah sisi debit dan jumlah sisi kredit pada neraca saldo yang dibuat oleh perusahaan, maka hal ini memberi petunjuk adanya kesalahan.

Berikut ini beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab terjadinya ketidakseimbangan tersebut adalah:

Kesalahan di dalam menyusun neraca saldo:

  • Salah menjumlahkan kolom saldo (rupiah).
  • Satu buah rekening atau lebih belum dicantumkan dalam neraca saldo, atau salah menuliskan jumlah saldonya.

Kesalahan di dalam menentukan saldo rekening:

  • Salah menghitung jumlah saldo.
  • Saldo debet suatu rekening ditulis sebagai saldo kredit, atau sebaliknya.
  • Salah menghitung jumlah pada salah satu sisi rekening.

Kesalahan mencatat transaksi di dalam buku besar:

  • Transaksi telah dicatat dengan jumlah pendebetan yang tidak sama besar dengan jumlah pengkreditan.
  • Pendebetan telah dicatat sebagai pengkreditan atau sebaliknya.
  • Lupa mencatat suatu pendebetan atau pengkreditan.

Dari uraian di atas tentang Penyebab Ketidakseimbangan Neraca Saldo dijelaskan bahwa catatan dalam buku besar harus dilakukan secara teliti dan hati-hati dengan menggunakan rekening yang tepat dan jumlah yang benar.

Jelaslah pula bahwa kesalahan dalam pencatatan di buku besar akan mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam penyusunan neraca saldo, dan selanjutnya laporan-laporan keuangan juga tidak akan memberikan gambaran yang benar.

Proses Pembuatan Neraca Saldo

- Posted in Akuntansi by

Penyusunan neraca saldo dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Pertama jumlahkan kolom debet dan kolom kredit semua rekening yang terdapat di buku besar.
  2. Tulis hasil penjumlahan tersebut pada kolom yang bersangkutan. Untuk rekening yang hanya berisi satu baris maka tidak perlu dilakukan penjumlahan karena jumlah kolom debet atau kredit sudah dapat ditentukan secara langsung.
  3. Hitung saldo semua rekening yang terdapat dalam buku besar, yaitu dengan cara mencari selisih jumlah kolom debet dan jumlah kolom kredit yang telah dilakukan pada butir 2 di atas. Untuk rekening yang hanya berisi catatan pada salah satu kolomnya saja, maka saldo rekening dapat langsung ditentukan dengan menjumlahkan kolom yang berisi catatan tersebut.
  4. Susun neraca saldo yang berisi nama semua rekening yang terdapat dalam buku besar beserta saldonya masing-masing yang telah ditentukan pada butir 3 di atas.

Salah satu tujuan dari pembuatan neraca saldo adalah untuk menguji keseimbangan (kesamaan) sisi debet dan sisi kredit.

Kecocokan sisi debet dan sisi kredit harus selalu dijaga.

Namun demikian apabila sisi debet dan sisi kredit sama jumlahnya, hal ini tidak berarti bahwa segala sesuatunya sudah benar, sebab ada kesalahan-kesalahan tertentu yang tidak akan terpengaruh terhadap keseimbangan debet dan kredit, yaitu:

  1. Transaksi tidak dicatat dalam buku besar, apabila ada transaksi yang tidak dicatat dalam buku besar, misalnya karena lupa atau sengaja tidak dicatat, maka keseimbangan saldo-saldo rekening tidak akan terganggu. Walaupun jumlah debet dan kredit sama besarnya, tetapi jumlah tersebut tidak menunjukkan angka yang benar.
  2. Kesalahan pencatatan "jumlah rupiah" dalam buku besar, apabila terjadi kesalahan dalam melakukan pencatatan jumlah rupiah, dan kesalahan tersebut terjadi pada waktu melakukan pendebetan maupun pengkreditan, maka kesalahan semacam ini tidak akan menganggu keseimbangan debet dan kredit. Kesalahan ini tidak akan nampak dalam neraca saldo karena jumlah sisi debet sama dengan jumlah sisi kreditnya.
  3. Pendebetan atau pengkreditan ke dalam rekening yang salah, pendebetan atau pengkreditan pada rekening yang salah tidak mengganggu keseimbangan jumlah debet dan jumlah kredit.
  4. Kesalahan yang saling menutupi, contoh kesalahan yang saling menutupi misalnya: rekening kas dicatat terlalu besar Rp 2.000.000,00 tetapi di lain pihak rekening utang dagang juga dicatat terlalu besar Rp 2.000.000,00 sehingga jumlah sisi debet dan sisi kredit tetap seimbang.

Neraca Saldo

- Posted in Akuntansi by

Pada sistem pembukuan berpasangan, pendebetan sebagai akibat suatu transaksi harus sama dengan pengkreditan dari transaksi yang bersangkutan.

Oleh karena itu dalam buku besar jumlah pendebetan-pendebetan pada rekening-rekening harus selalu sama dengan jumlah pengkreditan-pengkreditannya.

Sebagai alat untuk menguji kebenaran pendebetan dan pengkreditan dalam buku besar maka pada akhir periode tertentu harus dibuat Neraca Saldo.

Neraca saldo adalah daftar yang berisi saldo-saldo dari seluruh rekening yang ada di dalam buku besar pada suatu saat tertentu.

Neraca saldo dapat dibuat setiap saat setelah pencatatan suatu transaksi.

Akan tetapi, untuk lebih praktisnya neraca saldo biasanya dibuat pada akhir tiap-tiap bulan.

Neraca saldo berisi nama-nama rekening yang terdapat dalam buku besar beserta jumlah saldonya masing-masing.

Nama-nama rekening ditulis dengan urut-urutan yang sama seperti yang dilakukan di dalam buku besar dan jumlah rupiahnya harus dimasukkan ke dalam kolom yang sesuai.

Kolom saldo debet ditempatkan di sebelah kiri dan kolom saldo kredit di sebelah kanan.

Judul neraca saldo pada bagian atas baris pertama berisi nama perusahaan, baris kedua tulisan neraca saldo, dan pada baris ketiga berisi tanggal pembuatan neraca saldo.

Adapun tujuan dari dibuatnya Neraca Saldo adalah:

  1. Untuk menguji kesamaan debet dan kredit di dalam buku besar.
  2. Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.

Neraca saldo yang disusun pada akhir bulan pertama sejak perusahaan didirikan merupakan ringkasan dari catatan-catatan selama satu bulan.

Sedangkan neraca saldo yang disusun pada akhir bulan-bulan berikutnya merupakan ringkasan catatan selama beberapa bulan.

Misalnya neraca saldo perusahaan angkutan Andi pada akhir bulan Desember 2025 merupakan ringkasan catatan-catatan selama bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember, dan Desember (perusahaan angkutan Andi baru didirikan pada awal bulan Mei 2025).

Jadi apabila pada bulan Desember neraca saldo angkutan Andi hanya menyangkut data-data transaksi pada bulan Desember saja maka informasi dalam neraca saldo tidak akan bermanfaat.